高瘰
2019-05-22 14:16:16
2016年7月23日下午2:20发布
2017年6月5日下午2:31更新

TANAM BIBIT CENGKEH。 Sadiman mengurus bibit cengkeh yang ia akan digunakannya untuk ditukar dengan bibit pohon beringin。 Foto oleh Ari Susanto / Rappler

TANAM BIBIT CENGKEH。 Sadiman mengurus bibit cengkeh yang ia akan digunakannya untuk ditukar dengan bibit pohon beringin。 Foto oleh Ari Susanto / Rappler

SOLO,印度尼西亚 - Kalian masih ingat Sadiman,penanam ribuan pohon beringin di Hutan Gendol,Wonogiri? Seorang diri,pria berusia 62 tahun itu sudah menanam 11 ribu sejak tahun 1990an。

Dengan dana sendiri,dia menanam dan merawat pohon itu hingga tumbuh besar。 Alhasil,dia berhasil menghidupkan kembali sejumlah mata air dan menghidupi sekitar 3.000 jiwa di desanya。

Atas kedja kerasnya itu,pemerintah memberikan penghargaan Kalpataru pada Jumat,22 Juli。

“Saya berterima kasih kepada semua yang mendukung penghijauan,meskipun niat saya menanami hutan untuk mencegah banjir dan kekeringan di desa。 Bukan untuk mencari penghargaan,“ujar Sadiman yang ditemui Rappler pada Sabtu,23 Juli。

Ketika Sadiman tak memiliki uang untuk menanam pohon,ketika itu dia memilih mengembangkan pembibitan cengkeh di halaman rumah。 Kemudian,bibit itu dijual atau ditukar dengan bibit beringin。

Cerita inspiratif Sadiman itu kali pertama diangkat oleh Agustus dan memperoleh respons positif dari pembaca。 Rata-rata dari mereka mengagumi semangatnya membuat perubahan kendati usianya tak lagi muda。

Dalam dua hari sejak diterbitkan di Rappler,cerita tersebut sudah dibagikan sebanyak 25 ribu kali melalui media sosial Facebook。 Sosok Sadiman kemudian menjadi perbincangan di media sosial。

Banyak yang berkomentar dan mengapresiasi usaha Sadiman,karena dia merupakan tipe manusia“langka”yang masih ada di Indonesia。

Walaupun bekerja tanpa pamrih,tapi tidak sedikit yang juga mencibirnya。 Sadiman bekerja bahkan tanpa sorot kamera。 Bahkan,istrinya sendiri mengaku tak pernah tahu apa yang Sadiman lakukan di hutan。 Dalam benaknya,suaminya itu hanya mencari rumput untuk kambing-kambingnya di rumah。

Sejak Sadiman populer,bantuan bibit pohon beringin berdatangan dari sejumlah perusahaan untuk memenuhi kebutuhan Sadiman。 Sumbangan bibit itu sangat membantu bagian hutan lain yang kekurangan tanaman berkayu keras。

Dari bupati hingga Menteri kemudian ramai-ramai mendukung program penghijauan Sadiman。 Sekarang,hutan milik Perhutani yang ditanami oleh petani tua itu diberi nama Hutan Sadiman。

Walau menjadi populer,tetapi Sadiman mengaku bukan popularitas dan penghargaan yang membuatnya bangga。 Melainkan semangat perubahan yang berhasil dia tularkan pada masyarakat。 Sadiman bersyukur karena sekarang muncul anak-anak yang ikut peduli dengan lingkungan。

Saat ini,ribuan anak muda dari berbagai kelompok relawan telah ikut terlibat dalam upaya penghijauan dan pelestarian hutan serta pegunungan sekitar tempat tinggal Sadiman。 Sebagian dari地区Hutan Sadiman双关语telah dikelola menjadi tempat wisata berkemah。

“Sejak awal,saya selalu nasehati anak-anak muda untuk menanam pohon dan jangan menebang。 Sekarang,saya bersyukur karena banyak yang ikut menghijaukan hutan,“tutur Sadiman。 - Rappler.com