潘课蒇
2019-05-22 03:12:15
2016年7月21日下午7:15发布
2016年7月21日下午7:30更新

KAPAL TIONGKOK DITANGKAP。 KRI Oswald Siahaan-354 menangkap kapal Tiongkok Gui Bei Yu 27088 dan 8 ABKnya karena diduga telah menangkap ikan secara ilegal di perairan Natuna。 Foto oleh Yudhi Mahatma / ANTARA

KAPAL TIONGKOK DITANGKAP。 KRI Oswald Siahaan-354 menangkap kapal Tiongkok Gui Bei Yu 27088 dan 8 ABKnya karena diduga telah menangkap ikan secara ilegal di perairan Natuna。 Foto oleh Yudhi Mahatma / ANTARA

印度尼西亚雅加达 - Keputusan pengadilan tidak mengakui sembilan garis-garis putus China sempat memberi harapan baru akan penyelesaian sengketa wilayah di Laut China Selatan。

Tetapi sepertinya harapan tersebut akan sulit menjadi kenyataan。 ,tetapi juga mengancam akan mendirikan sistim pertahanan udara di daerah sengketa di Laut China Selatan。

Untuk Indonesia, pesannya jelas。 Pemerintah中国akan terus membiarkan nelayan mereka mencari ikan di Zona Ekonomi Eksklusif(ZEE)Indonesia di perairan Natuna。 Bukan tidak mungkin Pemerintah中国akan mendorong nelayan mereka menangkap ikan di wilayah yang mereka sebut 传统的渔场

印度尼西亚tidak akan membiarkan hal itu terjadi tanpa dihukum。 Enam hari setelah KRI Imam Bonjol-383 menangkap satu kapal berbendera China dan 7 anak buahnya, dan mengadakan rapat kabinet terbatas di atas KRI Imam Bonjol di perairan Natuna pada 23 Juni lalu。

Seminggu setelah kunjungan tersebut,Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengumumkan pemerintah akan Jumlah tentara pun akan bertambah dari sekitar 800 saat ini menjadi kira-kira 2.000 orang。

Apakah itu berarti konflik antara印度尼西亚dan中国akan semakin sering dan terbuka di perairan Natuna? Atau China akan mengambil langkah taktis dan melarang para nelayannya mencari ikan di 传统渔场 mereka? Hanya waktu akan membuktikan。 Yang jelas,kapal patroli Indonesia sudah tiga kali mengejar dan menangkap nelayan China di Zona Ekonomi Eksklusif sejak Januari 2016. Berikut rangkuman tiga peristiwa tersebut,mulai dari kejadian terakhir。

17 Juni 201 6

Jumat,2016年6月17日 Kapal KRI Imam Bonjol-383 menangkap satu kapal nelayan berbendera China。

Panangkapan bermula dari laporan bahwa 12 kapal asing sedang mencari ikan di perairan Natuna。 KRI Imam Bonjol pun dikirim ke lokasi。 Melihat KRI Imam Bonjol, kapal-kapal ikan berbendera China itu melarikan diri。

KRI Imam Bonjol berusaha menghentikan mereka dengan memberi tembakan peringatan。 Namun tembakan peringatan itu tidak membuat kapal-kapal tersebut ciut。 Bahkan mereka menaikkan kecepatan mereka。 Hal ini mendorong KRI Imam Bonjol mengarahkan tembakan ke haluan kapal。 Hasilnya? Satu berhasil ditangkap,yaitu kapal dengan nomor lambung 19038。

Saat ini,tujuh anak buah kapal,terdiri dari 6 laki-laki dan satu perempuan,ditahan di pangkalan Angkatan Laut di Ranai,Natuna。

27 Mei 2016:

Jumat,27 Mei 2016 Kapal KRI Oswald Siahaan-354 menangkap kapal ikan Gui Bei Yu 2708 dan menahan 8 anak buah kapal(ABK)。

Penangkapan kapal ikan berbendera China ini bisa dibilang cukup tegang。 Betapa tidak! Kapal海岸警卫队中国berada tidak jauh dari lokasi kejadian。

Pada saat itu,KRI Oswald Siahaan mendapati Gui Bei Yu menangkap ikan di zona ekonomi eksklusif Indonesia di perairan Natuna。 Melihat KRI Oswald Siagian, kapal Gui Bei Yu 2708 langsung lari。 Kapal patroli印度尼西亚itu berusaha menghentikan kapal berbendera中国tersebut tetapi tembakan peringatan dan tembakan ke kiri dan kanan kapal tidak digubris。 Bahkan kapal Gui Bei Yu 2708 menaikkan kecepatan dan melakukan gerakan zig zag。

Kapal tersebut lumpuh setelah KRI Oswald Siahaan mengarahkan tembakan ke anjungan。 Personil KRI Oswald kemudian memindahkan 8 ABK kapal Gui Bei Yu 2708 ke kapal patroli tersebut。 Selama kejar-kejaran,ABK 海岸警卫队中国,yang berada tidak jauh dari tempat kejadian perkara,hanya bisa menonton。

19 Maret 2016:

Sabtu,19 Maret 2016 Kapal patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan menahan 8 ABK Kway Key。

Pada saat pengejaran,kapal patroli Hiu sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara。 Pada saat kapal Kwak Key berhenti, tiga personil kapal patroli Hiu memindahkan 8 ABK kapal China ke kapal Indonesia dan menarik kapal Kway Key ke dermaga。

Tetapi setelah 70-80英里,kapal penjaga perbatasan pantai中国tiba-tiba menabrak kapal Kway Fey yang sedang ditarik kapal Hiu。 Kapal Hiu memutuskan untuk melepaskan kapal Kway Fey dan terus membawa delapan nelayan ke Natuna。 - Rappler.com