太史佗
2019-05-22 07:03:24
2016年7月19日下午4:53发布
2016年7月19日下午4:53更新

Aktivitas peneliti di Laboratorium Riset dan Pengembangan di Gedung PT Bio Farma(Persero),di Bandung,Jawa Barat,pada 15 Juli 2016. Foto oleh Fahrul Jayadiputra / Antara

Aktivitas peneliti di Laboratorium Riset dan Pengembangan di Gedung PT Bio Farma(Persero),di Bandung,Jawa Barat,pada 15 Juli 2016. Foto oleh Fahrul Jayadiputra / Antara

BANDUNG,印度尼西亚 - Kasus vaksin palsu memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat。 Banyak yang bertanya-tanya bagaimana membedakan antara vaksin yang asli dan palsu。

Menurut Kepada Divisi公司秘书PT Bio Farma,Rahman Rustan,ada beberapa kriteria yang bisa dipakai untuk membedakan vaksin asli atau palsu,di antaranya:

  • Isi produk vaksin asli dan palsu berbeda
  • Bentuk vaksin yang berubah,misalnya vaksin campak yang harusnya berbentuk beku kering menjadi cair
  • Pembeliannya tidak melalui经销商resmi

“Ada celah [vaksin palsu] di sini ketika pembeli tidak memerhatikan distributornya resmi atau tidak,”kata Rahman kepada wartawan di kantor PT Bio Farma,Bandung,Jawa Barat,beberapa waktu lalu。

Sebetulnya,menurut Rahman,hanya uji laboratorium yang bisa memastikan vaksin asli atau palsu。 Namun bagi masyarakat umum bisa menilai secara kasat mata dengan ciri-ciri seperti di bawah ini。

Ciri vaksin palsu:

  • Harga jual lebih murah
  • Dijual bebas
  • Tidak ada tanda dot merah
  • Bentuk kemasan lebih kasar
  • Nomor 批次 tidak terbaca
  • Warna 橡胶塞 (tutup小瓶)berbeda dari produk asli
  • Tidak ada nomor izin edar(NIE)Badan Pengawas Obat dan Makanan(BPOM)
  • Terdapat perbedaan pada cetakan 条形码 kemasan vaksin palsu

Ciri vaksin asli:

  • Kemasan masih disegel
  • Terdapat标签杨mencantumkan keterangan seputar vaksin pada安瓿
  • 标签ampul biasanya dilepas dan ditempelkan pada buku kesehatan begitu vaksinasi,lalu kemasan dihancurkan

Harus memenuhi syarat

Bio Farma bekerja sama dengan Biro Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan dan Humas Badan POM menggelar media tour guna melihat langsung fasilitas produksi,riset dan pengembangan,pengemasan,distribusi vaksin di Bandung。 Foto oleh Fahrul Jayadiputra / Antara

Bio Farma bekerja sama dengan Biro Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan dan Humas Badan POM menggelar media tour guna melihat langsung fasilitas produksi,riset dan pengembangan,pengemasan,distribusi vaksin di Bandung。 Foto oleh Fahrul Jayadiputra / Antara

Sedangkan dalam memilih经销商,Bio Farma mengaku tidak asal pilih。 Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi。 Tidak hanya dari segi legalitas perusahannya saja,tapi juga harus memenuhi kriteria seleksi administrasi dan juga teknis。

“Artinya,tempat penyimpanannya sesuai syarat。 Kemudian juga,tenaga-tenaga penanganan di situ memenuhi syarat,karena vaksin harus disimpan di suhu tertentu,didistribusikan di suhu tertentu。 Vaksin akan rusak kalau syarat suhunya tidak terpenuhi,“ujarnya。

Hanya 5经销商resmi yang ditunjuk untuk menyalurkan vaksin produksi Bio Farma ke sektor swasta,yakni PT Indofarma Global Medika,PT Rajawali Nusindo,PT Merapi Utama Pharma,PT Sagi Capri,dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia(khusus untuk tender)。

Sedangkan untuk sektor pemerintah,distribusi vaksin Bio Farma melalui dinas kesehatan tingkat provinsi yang langsung menyalurkan ke dinas kesehatan kabupaten / kota dan berakhir di puskesmas atau posyandu。

Untuk distribusi ke luar negeri,Bio Farma menyalurkannya melalui Badan Kesehatan Dunia(UNICEF)atau badan dunia lainnya。

Rahman menjamin vaksin produksi Bio Farma yang dikirimkan melalui jalur yang resmi terjaga kualitasnya dan asli。

Oleh karena itu,ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak meragukan vaksin yang diperoleh saat program imunisasi dari pemerintah karena sudah sesuai dengan standar internasional dan selama proses produksi sesuai dengan GMP(Good Manufacturing Practices),mulai dari penerimaan bahan baku,proses produksi,pengemasan,hingga distribusi。

“Jangan khawatir ketika mendapatkan imunisasi gratis karena itu sudah diakui badan kesehatan dunia(WHO)。 Tidak ada celah di situ untuk masalah kualitas,“ujarnya。

Vaksin produksi Bio Farma yang digunakan oleh pemerintah untuk Pekan Imunisasi Nasional adalah vaksin Pentabio(DPT-HB-Hib),DT,Td,TT,Hepatitis B,Campak,Polio,dan BCG。 Bio Farma memastikan vaksin-vaksin gratis yang diberikan pemerintah tersebut tidak ada yang dipalsukan。 -Rappler.com