温置
2019-05-22 04:49:21
2016年7月15日晚9:57发布
2016年7月15日下午10:04更新

UNGKAP NAMA。 Menteri Kesehatan,Nila F. Moeloek mengungkap belasan nama rumah sakit yang menerima vaksin palsu dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI pada Kamis,14 Juli。 Foto oleh Sigid Kurniawan / ANTARA

UNGKAP NAMA。 Menteri Kesehatan,Nila F. Moeloek mengungkap belasan nama rumah sakit yang menerima vaksin palsu dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI pada Kamis,14 Juli。 Foto oleh Sigid Kurniawan / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Bareskrim Polri kembali menetapkan tiga tersangka kasus vaksin palsu pada Jumat,15 Juli,termasuk seorang dokter berinisial H, yang menjadi distributor vaksin palsu sejak 2010。

Dengan demikian,jumlah tersangka vaksin palsu naik menjadi 23 orang,terdiri dari 3 dokter,dua bidan,6 produsen,9 distributor,dua pengumpul botol,dan satu pencetak label,kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya di Mabes Polri。

“Pada 2010 dia(dokter H)sudah memperbolehkan rumah sakitnya menggunakan vaksin palsu,dia selesai menjabat direktur pada 2012,”kata Agung。 Meski sudah pensiun pada 2012,H tetap mendistribusikan vaksin palsu。

Selain dokter H,bidan M dan jnsinyur S juga ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat。

Dokter H,menurut Agung, mendapatkan vaksin palsu dari suplier vaksin CV Azka Medika。 Polisi sudah menetapkan pimpinan CV Azka Medika sebagai tersangka sebelumnya。

“Hari ini untuk satgas di dua tempat berbeda bekerja yakni di Rumah Sakit Permata dan Klinik Multajam,”kata Agung。

Mengenai peran S,jelas Agung,merupakan经销商yang memesan vaksin palsu dari produsen R dan H,pasutri yang ditangkap di Bekasi。

“Dia(S)sudah 60 kali bertransaksi,di situ ada bukti pembayarannya mencapai Rp 440.210.000,”ujar Agung。

Dari keterangan S,penyidik menemukan dua nama,yakni bidan M dan dokter AR。

Mengenai bidan M,dia mengetahui vaksin tersebut palsu,tapi tetap memberikannya kepada pasiennya。 “Dia ini最终用户yang menggunakan langsung kepada pasiennya,”jelas Agung。

Agung mengaku menangkap bidan M di Jatirasa,Bekasi。 Sekarang masih dilakukan pendalaman untuk mencari tahu siapa saja bayi yang terpapar vaksin palsu。

Satgas gerebek Klinik Pratama

Sementara itu,Klinik Pratama Adipraja Medik Lestari yang berada di Jalan Kemanggisan Pulo II,Palmerah,Jakarta Barat,digerebek satuan tugas(Satgas)penanganan vaksin palsu,pada Jumat siang。 Satgas menemukan sisa botol vaksin palsu yang digunakan dr。 Ade Ramayadi(AR)untuk memvaksin para pasiennya。

AR sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka dua hari yang lalu。 “Kami temukan sisa transaksi pembelian vaksin palsu di sana,”kata Agung。

Petugas juga mendapat数据bahwa博士。 AR memesan vaksin palsu dari Insiyur S.“AR ini terus menerus secara强化memesan vaksin kepada S. Sekarang kita tangkap dan sudah digeledah,”katanya lagi。

Untuk penyidikan kasus ini,总ada 40 saksi dimintai keterangan oleh penyidik。 “Itu ada yang dari saksi ahli juga,ada tujuh saksi ahli,”jelas Agung。

Pada hari Kamis,14 Juli,Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek mengumumkan nama 14 rumah sakit dan 8 bidan yang menerima dan memakai vaksin palsu untuk pasien mereka。 - Rappler.com。

BACA JUGA: