冯菰棵
2019-05-22 02:31:13
2016年7月15日下午3:18发布
2016年7月15日下午3:18更新

Menteri Agama Lukman Hakim saat berikan keterangan pers hasil sidang isbat di Kementerian Agama,Jakarta,pada 4 Juli 2016. Foto oleh Hafidz Mubarak A / Antara

Menteri Agama Lukman Hakim saat berikan keterangan pers hasil sidang isbat di Kementerian Agama,Jakarta,pada 4 Juli 2016. Foto oleh Hafidz Mubarak A / Antara

雅加达,印度尼西亚 - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menepis anggapan bahwa tradisi umat Islam Indonesia yang melaksanakan halalbihalal setiap bulan Syawal sebagai menambah-nambahi dalam ibadah keagamaan(bid'ah)。

“Tentu rasul tidak melaksanakan ini.Tapi ada nilai kebaikan dari halalbihalal,”kata Lukman dalam acara“Halal Bi Halal Idulfitri Kementerian Agama”di kantor Kementerian Agama di Jakarta,Jumat,15 Juli。

Menurut Lukman,halalbihalal adalah cara khas穆斯林印度尼西亚memaknai silaturahim dan saling memaafkan setelah satu bulan penuh berpuasa。 Halalbihalal juga merupakan cara穆斯林印度尼西亚untuk berkumpul bersama。

Untuk itu,menurut Lukman,menjadi sesuatu yang baik jika tradisi halal bi halal terus dilestarikan di Indonesia。 Meski ada tudingan bidah oleh sejumlah pihak tetapi ada kebaikan-kebaikan dalam pelaksanaannya。

“Halalbihalal adalah sangat baik sehingga kita perlu menjaga dan memeliharanya,”katanya。

Ia mengatakan halalbihalal juga menjadi ajang memperbaiki hubungan dengan Tuhan sekaligus sesama manusia。

“Kita dituntut sesama manusia untuk menjadi baik。Cara itu bukan untuk Allah saja tapi sesama manusia.Dengan halalbihalal kita bisa saling memafkan kesalahan,kekhilafan dan kesalahpahaman,”katanya。

Ia mengatakan terdapat banyak tudingan bidah dalam halalbihalal。 Di dunia media sosial banyak ditemukan pembicaraan soal halalbihalal sebagai bidah。 Meski demikian,halalbihalal adalah sesuatu yang baik,peninggalan para pendahulu。 -Antara / Rappler.com