松沅
2019-05-22 03:42:09
2017年11月3日下午5:15发布
2017年11月3日下午5:53更新

Mantan anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani(tengah)dituntut delapan tahun penjara karena memberi keterangan palsu dalam perkara dugaan korupsi KTP elektronik。 Foto oleh Reno Esnir / ANTARA

Mantan anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani(tengah)dituntut delapan tahun penjara karena memberi keterangan palsu dalam perkara dugaan korupsi KTP elektronik。 Foto oleh Reno Esnir / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Terdakwa kasus pemberian keterangan tidak benar Miryam S. Haryani membacakan nota pembelaan pada Kamis,2017年11月2日,di Gedung Pengadilan Tipikor雅加达。 Amarah dan kesal muncul tatkala pledoi tersebut dibacakan,terutama kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)Novel Baswedan。

“Sejak awal pemeriksaan ini saya sudah merasa diintimidasi oleh saudara Novel Baswedan melalui pernyataan yang dilontarkannya kepada saya,”kata Miryam saat membacakan pembelaannya di hadapan Majelis Hakim。

Ia menuturkan bahwa Novel pernah menyebut Miryan seharusnya sudah menjadi tahanan KPK sejak 2010. Hal ini yang disebut Miryam membuatnya depresi。

“Saudara Novel terus menekan saya dengan mengatakan bahwa orang penting di negara ini semua kalang kabut saat diperiksa olehnya,apalagi cuma saya seorang Miryam yang notabene bukan siapa-siapa di negeri ini,”tambah Miryam。

新颖的疾病Miryam juga memamerkan dirinya sebagai penyidik handal yang mampu menjerat tokoh penting。 Ini yang disebut Miryam membuat kekesalannya memuncak。 Hal ini disebut Miryam terjadi pada pemeriksaan pada tanggal 1 Desember 2016。

Dalam pledoinya,Miryam mengaku dipaksa untuk mengakui keterlibatan sejumlah tokoh penting dalam kasus korupsi mega proyek KTP elektronik。 Selain itu,yang membuatnya jengkel adalah bau durian yang timbul dari mulut Novel。

“Setelah istirahat makan siang,Novel Baswedan kembali memeriksa,saat itulah saya mencium bau buah duren,saya enggak suka bau itu,ternyata Novel habis makan duren,di transportasi umum saja tidak boleh,”ujarnya。 Miryam yang tidak suka bau durian mengaku mengalami kejadian itu pada pemeriksaan tanggal 20 Januari 2017。

Ia merasa keberatan jika penyidik KPK tak memperhatikan kondisi saksi yang tak menyukai bau durian yang menyengat。

Menurut Miryam,saat itu小说mengakui memakan kue berisi榴莲。 Miryam merasa heran penyidik dan karyawan KPK bisa mengonsumsi durian di kantor saat jam kerja。

Miryam juga mengaku dipaksa Novel untuk menye but bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima uang korupsi KTP elektronik dalam jumlah banyak。

“小说Baswedan meminta saya mengakui bahwa Ganjar Pranowo menerima uang dalam jumlah banyak.Saat itu saya ditekan terus,”ujarnya。

Pledoi sebanyak 21 halaman yang ia bacakan selama 45 menit itu ditutup Miryam dengan mengutip sebuah ayat dari Alkitab。 Ayat tersebut adalah Mazmur提名人31 ayat 2。

“Sendengkanlah(condongkanlah)telinga-Mu kepadaku,bersegeralah melepaskan aku!jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan,kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku!”ujar Miryam。

Politikus Partai Hanura itu didakwa telah memberikan keterangan palsu saat hadir menjadi saksi dalam sidang untuk dua terdakwa kasus korupsi e-KTP,Irman dan Sugiharto。 Dengan alasan berada dalam tekanan penyidik KPK,Miryam kemudian mencabut semua keterangan yang pernah diberikan dalam berita acara pemeriksaan(BAP)。

Pada Senin,2017年10月23日lalau,jaksa penuntut umum KPK menuntut Miryam dengan hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan。

Dalam pledoinya,Miryam menyerahkan semua urusannya kepada Tuhan Yang Maha Esa。 “Saya masih sangat yakin bahwa Tuhan tidak pernah tidur,kebenaran dan keadilan pasti akan menemukan jalan kemenangannya,”kata Miryam。 - Rappler.com