郗烛
2019-05-22 13:19:04
2016年6月26日下午4:54发布
2016年6月26日下午4:54更新

Suporter Persija Jakarta saat terjadi kericuhan dengan petugas kepolisian pada laga melawan Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno,Jakarta,pada 24 Juni 2016. Foto oleh Wahyu Putro A / Antara

Suporter Persija Jakarta saat terjadi kericuhan dengan petugas kepolisian pada laga melawan Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno,Jakarta,pada 24 Juni 2016. Foto oleh Wahyu Putro A / Antara

雅加达,印度尼西亚 - Polda Metro Jaya menangkap tujuh orang yang diduga perusuh terkait kericuhan penonton saat pertandingan Persija melawan Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno(SUGBK),pada Jumat,24 Juni。

“Kita sudah amankan tujuh orang yang diduga terlibat kerusuhan Persija-Sriwijaya,”kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti di Jakarta,Minggu,26 Juni。

Sebelumnya,pendukung Persija berkelahi dengan suporter Sriwijaya FC dan dilerai polisi setelah tim Macan Kemayoran itu tertinggal 1-0。

(BACA: )

Krishna mengatakan penyidik kepolisian masih memeriksa intensif ketujuh orang yang diduga pendukung tim Persija,atau disebut sebagai The Jakmania,tersebut。

Ia menambahkan,penyidik membagi dua proses pidana umum dan khusus terkait Informasi Transaksi Elektronik(ITE)yang akan dikenakan para perusuh itu。

Kepala Subdit Kejahatan dan Kekerasan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Hendy F Kurniawan mengatakan salah satu pelaku bernama Jamal alias Oboy diduga terlibat pengeroyokan terhadap anggota kepolisian Brigadir Polisi Yudha Wanto。

Petugas membekuk Jamal di Cikarang Bekasi Jawa Barat pada Minggu,26 Juni,dini hari。 Sedangkan enam pelaku lainnya adalah Muhammad Furqon,Ridwan别名Iwan,Imah,Suhada,Afif,dan Aldi Aldiansyah。

Akibat dari kerusuhan tersebut, 6 petugas kepolisian terluka。 Bahkan,satu orang di antaranya terbaring kritis di Rumah Sakit Polri,Kramat Jati,Jakarta Timur。

(BACA: )

Brigadir Polisi Hanafi,anggota Direktorat Brigade Mobil Polda Metro Jaya,luka parah karena dianiaya dan diinjak-injak kepalanya。

Melihat kebrutalan aksi The Jakmania ini membuat Krishna Murti geram。 Dalam status Facebook pribadinya,ia mengecam tindakan pendukung Persija tersebut。

“Yang terus menyebarkan kebencian,termasuk yang buat kerusuhan,akan kami kejar kemanapun dan kami tegakkan hukum atas perbuatan kalian,”kata Krishna。

“Negara tidak boleh kalah oleh支持者野蛮,”ucapnya。

(BACA:

Rencana anggota Polda地铁balas dendam digagalkan

Selain menangkap tujuh pelaku,pihak Polda Metro Jaya juga sukses mencegah dan menahan niatan dari 15 polisi yang diduga akan membalas dendam pada The Jakmania。

Pencegahan balas dendam melalui penyapuan Jakmania oleh polisi ini berawal saat petugas Propam Polda Metro Jaya menemukan 15 polisi berpakaian sipil - sering disebut dengan istilah“berpakaian preman” - di Jalan Saharjo,Tebet,Jakarta Selatan,sekitar pukul 03:00 WIB Minggu dini hari。

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya,Komisaris Besar Awi Setiyono,menyebutkan petugas Propam Polda Metro Jaya sempat memeriksa belasan polisi itu,yang keluar markasnya tanpa surat perintah atau surat izin atasannya。

Selanjutnya,petugas Propam Polda Metro Jaya lalu menindak mereka karena juga melanggar UU Lalu Lintas soal kelengkapan keselamatan berkendara。 Mereka tidak memakai helm saat mengendarai motor。

Awi menegaskan,polisi tidak diizinkan menindak masyarakat sipil karena alasan dendam。 Atasan juga tidak pernah mengeluarkan perintah apapun tentang ini。 -Antara / Rappler.com