温置
2019-05-22 09:37:14
发布时间2016年6月26日下午2:36
2016年6月26日下午2:36更新

Banyu,seekor lutung kecil,menjalani pemeriksaan kesehatan dalam kondisi dibius,pada 25 Juni 2016. Foto oleh Dyah Ayu Pitaloka / Rappler

Banyu,seekor lutung kecil,menjalani pemeriksaan kesehatan dalam kondisi dibius,pada 25 Juni 2016. Foto oleh Dyah Ayu Pitaloka / Rappler


印度尼西亚马朗 - Seekor lutung Jawa( Trachypithecus Auratus)berusia 10 bulan terancam setelah terpisah dari induknya,pada Sabtu,25 Juni。

Saat ini,lutung bernama Banyu tersebut sedang menjalani pemeriksaan kesehatan di Javan Lungur Centre,Kota Batu,Malang,Jawa Timur。

Banyu diserahkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam(BKSDA)Surabaya untuk menjalani karantina dan akan kembali dilepasliarkan setelahnya。 Selain Banyu,terdapat tiga lutung lain yang diserahkan oleh BKSDA ke pusat konservasi tersebut pada pekan ini。

Satwa endemik Jawa itu kini semakin banyak diburu。 Selain untuk diperdagangkan,daging Lutung juga dikonsumsi oleh sebagian masyarakat。

“Ada empat lutung yang menjalani pemeriksaan kesehatan,dua berusia anak-anak,dua sudah dewasa。 Semuanya berasal dari BKSDA,“kata Project Manajer Pusat Rehabilitasi Javan Lungur Center(JLC),Iwan Kurniawan,kepada Rappler,Sabtu。

Selain Banyu,tiga lutung lainnya adalah Rinda(betina berusia 3,5 tahun),Bagong(betina,10 tahun),dan Ulfa(betina,15 tahun)。

Banyu adalah lutung sitaan dari pemburu,sementara Bagong dan Ulfa berasal dari satwa peliharaan milik warga di Surabaya。 Sedangkan Rinda ditemukan penduduk di Pakis,Kabupaten Malang。 Saat ditemukan,ia sedang berkeliaran di perumahan。

“Rinda ini diduga milik orang perumahan setempat yang lepas,”kata Iwan。

Keempat lutung itu kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan。 Dokter hewan setempat mengambil sampel darah dan liur mereka untuk memeriksa potensi penyakit yang bisa ditularkan dari manusia,seperti hepatitis A,B dan C,herpes,serta Simian Immunodeficiency virus(SIV)。

Menurut Iwan,lutung yang berasal dari peliharaan manusia memiliki kemungkinan besar tertular penyakit pemiliknya akibat sering berinteraksi。

“Beberapa tahun lalu ada lutung tua diserahkan pemiliknya masuk kemari hanya bertahan dua minggu。 Dia meninggal karena TB yang bisa jadi tertular dari pemiliknya,“kata Iwan。

Banyu,lutung paling kecil di antara keempatnya,memiliki jari yang bengkak dan daun telinga yang robek。

Lutung hasil buruan seperti Banyu,menurut Iwan,sebagian besar ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan karena proses yang tidak mengindahkan kesejahteraan hewan selama di tangan pemburu。

“Dari 10 ekor lutung yang ditangkap,misalnya,karena berbagai proses distribusi dan transportasi bisa tersisa dua ekor saja yang hidup,”kata Iwan。

“Sisanya mati karena penanganan yang buruk。 Banyu ini juga dipisahkan dari induknya sejak bayi,“katanya。

Diburu untuk dijual dan dimakan

Banyu diraw​​at di ruang penghangat akibat menggigil selama menjalani pemeriksaan kesehatan。 Foto oleh Dyah Ayu Pitaloka / Rappler

Banyu diraw​​at di ruang penghangat akibat menggigil selama menjalani pemeriksaan kesehatan。 Foto oleh Dyah Ayu Pitaloka / Rappler

Lutung kecil biasanya dihargai lebih mahal dibandingkan lutung besar untuk peliharaan。

Lutung endemik Jawa memilki warna pirang ketika bayi dan akan menjadi hitam saat dewasa。 Warna pirang membuat bayi lutung banyak diminati untuk hewan peliharaan。

Tabiat Lutung anakan yang diam dan tak membahayakan juga membuat satwa terancam punah itu banyak diperjualbelikan。 Namun setelah dewasa,lutung banyak ditelantarkan karena tingkahnya yang liar。

“Pedagangan 在线 masih marak,harganya bisa Rp 700 ribu寻求者unuk lutung anakan。 Itu banyak ditemukan di daerah Tapal Kuda,“kata Iwan。

Sedangkan lutung dewasa dihargai antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu。

Selain diperjualbelikan,perburuan lutung juga dipicu maraknya gaya hidup memakan daging lutung。

“Berdasarkan pengakuan pemburu Lutung,banyak orang yang memesan Lutung untuk dimakan dagingnya karena dipercaya baik untuk kejantanan dan obat penyakit tertentu。 Lutung dimakan hati,jeoran,dan dagingnya,“ucap Iwan。

Lutung juga diburu untuk diambil dagingnya sebagai campuran obat kuat,atau kudapan seperti bakso。 Banyak juga yang mengonsumsi daging lutung sebagai makanan pelengkap saat meminum minuman keras。

Lutung tercatat dalam CITES附录II dengan status 易受攻击 (rentan)karena rentan dengan eksploitasi dan jumlahnya mendekati kisaran threathened (terancam)。

Sepanjang Januari hingga Juni tahun ini saja,JLC telah menerima Lutung sitaan dari BKSDA sebanyak 8 ekor。 Sementara sepanjang tahun lalu,terdapat 15 ekor lutung yang diserahkan ke JLC。

总计terdapat 19 individualu lutung yang kini menghuni JLC di Batu。

Para lutung ini akan dilepasliarkan dalam kelompok setelah menjalani masa karantina,adaptasi pada pakan alam,dan sosialisasi dengan kelompok di JLC。 -Rappler.com