万掴
2019-05-22 02:34:19
发布时间2016年6月17日上午10:02
更新于2016年6月17日上午10:03

Petugas memeriksa tiket pesawat calon penumpang saat simulasi pengoperasian Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta,Tangerang,Banten,pada 12 Juni 2016. Foto oleh Muhammad Iqbal / Antara

Petugas memeriksa tiket pesawat calon penumpang saat simulasi pengoperasian Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta,Tangerang,Banten,pada 12 Juni 2016. Foto oleh Muhammad Iqbal / Antara

雅加达,印度尼西亚 - Peresmian pengoperasian Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta,Banten,resmi diundur dari jadwal semula,yaitu Senin,20 Juni。

“Pengoperasian bandara T3 Ultimate Soetta diundur untuk mengoptimalkan efektivitas pelayanan jasa operasional transportasi udara jelang puncak mudik,”kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II,Budi Karya Sumadi,selaku operator bandara, 。

Keputusan ini diambil setelah manajemen Angkasa Pura II mengadakan rapat koordinasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara(BUMN)dan Kementerian Perhubungan。

Belum penuhi standar keselamatan,keamanan,pelayanan

Sementara itu,Direktur Jenderal Perhubungan Udara dari Kementerian Perhubungan,Yudhi Sari,mengatakan pihaknya memang masih menemukan beberapa aspek dari Terminal 3 Ultimate yang belum memenuhi persyaratan terkait standar keselamatan,keamanan,dan pelayanan。

Salah satu hal penting yang belum memenuhi standar yaitu pada sistem kelistrikan terminal,di mana hasil uji coba pada sistem listrik cadangan menunjukan empat unit genset yang tersedia belum dapat menjangkau peralatan-peralatan di terminal。

“Waktu memakai jaringan utama PLN,sistem berjalan baik。 Setelah 关闭 harusnya langsung bergerak ke 待命 ,yaitu tersedia 4 genset。 Genset bekerja,namun hanya sampai panel distribusi,tidak sampai ke terminal“,kata Yudhi dalam siaran pers yang diterima Rappler。

Hal ini menyebabkan berbagai fasilitas penumpang di terminal tidak berfungsi,seperti x-rayelevatorescalator ,dan counter check-in

Selain itu,mobile tower untuk pengoperasian peralatan navigasi juga belum memenuhi standar民航安全条例171 dan 172。

Sebelumnya,Kementerian Perhubungan dan Angkasa Pura II menyepakati untuk dilakukan final check persyaratan standar operasi pada 16 Juni。 Bila memenuhi persyaratan tersebut,maka Terminal 3 Ultimate dapat beroperasi secara terbatas pada 20 Juni。

Namun,dengan hasil akhir yang belum memenuhi standar,maka Kementerian Perhubungan belum dapat memberikan izin pengoperasian hingga standar keselamatan,keamanan,dan pelayanan dipenuhi。

Tak Menganggu arus mudik Lebaran

Meski demikian,Yudhi menyatakan bahwa penundaan pengoperasian Terminal 3 Ultimate ini tidak akan menganggu kegiatan masa angkutan Lebaran 2016。

“Belum beroperasinya Terminal 3 ini tidak akan berpengaruh terhadap pemudik Lebaran,kita manfaatkan terminal lama,”kata Yudhi。

Penundaan pengoperasian Terminal 3 hingga Lebaran ini,kata Yudhi,dikarenakan pihaknya sedang fokus untuk mengakomodir kepentingan rakyat banyak,bukan hanya di Bandara Soekarno-Hatta,tapi juga bandara-bandara lain di seluruh Indonesia。 -Rappler.com