壤驷舅
2019-05-22 10:20:20
2016年6月8日下午4点06分发布
更新时间:2016年6月9日上午9:49

KISRUH TEMAN AHOK。 Pasca dua pendiri organisasi Teman Ahok dilarang masuk ke Singapura,muncul banyak fitnah di dunia maya。 Foto oleh Reno Esnir / ANTARA

KISRUH TEMAN AHOK。 Pasca dua pendiri organisasi Teman Ahok dilarang masuk ke Singapura,muncul banyak fitnah di dunia maya。 Foto oleh Reno Esnir / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Penolakan imigrasi Singapura terhadap dua penggagas Teman Ahok pada akhir pekan lalu rupanya menimbulkan banyak masalah baru。 Banyak pihak yang justru memanfaatkan momen tersebut untuk menyebar fitnah。

Halaman Facebook Perwakilan RI di Singapura pada Senin,6 Juni menulis tentang seorang WNI yang bermukim di Singapura,Chandra Lie:

Saudara Chandra Lie di media sosial Facebook telah sampaikan TUDUHAN seperti di atas。 Silahkan Anda berikan bukti-bukti,“demikian tertulis di post tersebut。

Rupanya,Chandra menuding KBRI Singapura sengaja memperingatkan pihak Teman Ahok supaya membatalkan acara。 Ketika keduanya tetap datang,mereka sengaja mengadu ke imigrasi supaya tak diizinkan masuk。 “Jadi ketawan jelaz gitu siapa kawan siapa lawan,”demikian tulisan Chandra。

KBRI merasa tersinggung dan menuntut supaya Chandra membuktikan sesumbarnya itu。 “Seandainya Saudara tidak dapat memberikannya,KBRI Singapura akan memproses sesuai ketentuan yang ada,”ujar perwakilan Singapura di media sosial mereka。

Setelah bergulir selama dua hari,melalui akun Facebooknya,Chandra meminta maaf kepada KBRI Singapura。

Terseret kampanye hitam

Seorang WNI lain,Amelia Ayuningtyas,juga terkena dampak merebaknya nama dua penggagas Teman Ahok karena kasus ini。 Ia memang memiliki nama mirip dengan Amalia Ayuningtyas,salah satu orang yang ditolak masuk ke Singapura。

Kemiripan nama ini rupanya menimbulkan prasangka dari beberapa pihak kalau keduanya adalah orang yang sama。 Foto pribadi Amelia dicatut dan disebut sebagai Amalia yang tak mengenakan jilbab。 Berbekal hal tersebut,portal nusanews.com; portalpiyungan.com; dan faktamedia.net mengatakan kalau Amalia berhijab hanya untuk menarik simpati kaum muslim supaya memilih Basuki Tjahaja Purnama。

Sontak Amelia murka dan membantah。 Ia mengatakan:

1. Foto Amelia tanpa hijab adalah keluarga kami(dalam hal ini adalah saya sendiri)Dan merupakan orang yg berbeda dengan aktivis Teman Ahok yang dimaksud
2. Bagi siapa pun yang telah mencatut,menyebarkan,dan melakukan fitnah menggunakan foto keluarga kami,sadarlah ada pasal hukum yang baru saja kalian langgar(ranah pidana)。
3. Kami sebagai keluarga menjamin 1000%照片杨beredar adalah orang yang berbeda dari aktivis Teman Ahok Amalia Ayuningtyas
4. Bagi siapapun yang telah melecehkan dan melakukan pengancaman baik secara kata-kata dan bentuk intimidasi lain baik pada media sosial dan dunia nyata,kami tidak akan tinggal diam pastinya akan kami lakukan langkah hukum。
5. Kami siap membuka identitas detail sebagai bentuk klarifikasi berupa tanda pengenal,pasport,visa dan sebagainya dih adapan petugas hukum apabila ada yang membutuhkan。
6.bagi siapapun yang tidak mengerti permasalahan ini,kami harap dapat menahan diri dengan tidak ikut men- share ,berkomentar,atau like viral yangg sudah terlanjur beredar karena bagaimanapun keluarga kami Amelia Ayuningthias telah terbunuh karakternya atas kejadian ini,karena beliau juga memiliki keluarga, suami,anak,lingkungan dan karir dalam hidupnya。

Saat ini,menurut Amelia,ketiga portal tersebut sudah menghapus tulisan tentang dirinya。 Namun,tetap tak ada permintaan maaf。 Amelia sendiri menyimpan screenshot fitnah yang membawa-bawa pribadinya itu。

Bagaimana menyikapinya?

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengatakan,masyarakat atau lembaga yang terseret kasus semacam ini dapat melapor ke lembaganya。 “Jadi bisa dikirimkan teguran,”kata dia。

Dewan Pers juga bisa meminta agar portal tersebut mencabut dan meminta maaf kepada pihak yang dirugikan。

Selain itu,ada juga opsi melapor ke polisi jika portal yang bersangkutan masih membandel dan tidak mau mencabut tulisannya。 - dengan laporan Ursula Florene / Rappler.com

BACA JUGA: