佟戳
2019-05-22 05:26:09
发布时间2016年6月5日9:59
2016年10月28日上午11:14更新

Konferensi pers sesampainya di Markas Teman Ahok。 Foto dari temanahok.com

Konferensi pers sesampainya di Markas Teman Ahok。 Foto dari temanahok.com

雅加达,印度尼西亚 - Teman Ahok meminta maaf atas pernyataan pendirinya yang mengatakan akan“mendatangi Kedubes Singapura”jika anggota relawannya tidak dilepaskan saat diinterogasi di imigrasi Bandara Changi,Singapura,pada Sabtu,4 Juni。

“Kami meminta maaf karena memang sempat emosional。 Kami sudah berkoordinasi dari siang,dan dikonfirmasi bahwa teman-teman akan pulang pukul 22:00 WIB(Sabtu,4 Juni)。 Namun tidak jadi terlaksana,“kata juru bicara Teman Ahok,Singgih Widyastomo,dalam situs temanahok.com,pada Minggu,5 Juni。

Sebelumnya,dua pendiri Teman Ahok,Amalia Ayuningtyas dan Richard Handris Saerang,dilarang masuk ke Singapura karena diduga akan melakukan kegiatan politik di Negeri Singa tersebut。

(BACA: )

Amalia mengatakan memang pada awalnya aa akan menghadiri aktivitas politik berupa diskusi,penggalangan dana,dan pengumpulan Kartu Tanda Penduduk(KTP),sebagai tanda dukungan terhadap calon petahanan Gubernur DKI Jakarta Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama yang akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah 2017。

Namun,saat ditanya oleh pihak imigrasi bandara di Singapura,Amalia mengatakan telah terjadi perubahan format acara dan tidak ada lagi acara berbau politik yang akan dihadirinya。

Sementara itu,Teman Ahok tengah mengupayakan keduanya bisa kembali ke Tanah Air lewat kampanye tagar #SAVEAmaliaRichard di media sosial。

Cuitan pertama muncul sekitar pukul 22:00 WIB,meski kejadian sudah berlangsung sejak siang harinya。

“Amalia dan Richard saat ini diputuskan komunikasinya dan diisolasi,bahkan dari KBRI,”cuit akun @TemanAhok di Twitter。 Jika keduanya tak segera dilepaskan,seluruh relawan Teman Ahok berencana mendatangi Kedutaan Besar Singapura di Jakarta。

Jika tidak segera dilepaskan,kami akan datangi Kedubes Singapura di Jakarta dengan seluruh kekuatan Teman Ahok。

Pernyataan tersebut pun mengundang cemooh dari pengguna media sosial。 Mereka menyamakan sikap Teman Ahok,yang dihuni oleh anak-anak muda berpendidikan,dengan organisasi massa yang radikal yang lebih mengedepankan unjuk rasa。

Namun kemudian,perwakilan Teman Ahok menyadari bahwa pernyataan yang dilontarkan memang“tidak elegan dan bernada ancaman。”

Menurut Singgah,pihaknya menggunakan媒体sosial untuk menggalang dukungan kepada Amalia dan Richard,karena tidak memiliki pertolongan lain。

“Karena kami bukanlah organisasi yang punya akses dan tokoh besar yang bisa dimintai tolong。 Sedang kondisinya memang saat itu,Amalia dan Richard tidak bisa dihubungi dan berada di ruang isolasi,“ujar Singgih。

Menyadari kekeliruan tersebut,Teman Ahok juga sudah menghapus Tweet tersebut。

“Untuk 声明 ,kami memang meminta maaf。 Ini pelajaran buat kita,gerakan yang masih muda ini。 Kita mohon maaf kepada semua teman yang merasa terganggu oleh pernyataan tersebut。“ucapnya,

Dengan kembalinya Amalia dan Richard ke tanah air,Teman Ahok menganggap hal ini sudah selesai。 “Yang penting teman kita telah kembali。Kita akan fokus lagi ke proses KTP,dan ini jadi pelajaran dan pengalaman kita bersama.Untuk lebih hati-hati kedepan dalam setiap langkah,”ujarnya。

Amalia dan Richard telah kembali ke Jakarta pada Minggu siang,setelah tertunda sejak Sabtu malam。 Menurut Kedutaan Besar RI di Singapura,terjadi kendala teknis yang mengakibatkan kepulangan Amalia dan Richard tertunda pada Sabtu malam。 -Rappler.com