濮歇效
2019-05-22 04:29:23
发布时间2016年6月2日下午3:57
更新时间2016年6月2日下午3:57

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'adudiddin Djamal berbagi cara membangun inovatif dan kota cerdas terhadap perubahan iklim。 ANTARA FOTO / Irwansyah Put

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'adudiddin Djamal berbagi cara membangun inovatif dan kota cerdas terhadap perubahan iklim。 ANTARA FOTO / Irwansyah Put

雅加达,印度尼西亚 - Pada 2050,sepertiga penduduk dunia - atau lebih dari 3 miliar orang - akan tinggal di Asia。 Untuk itu,saat ini pemerintah daerah di negara masing-masing harus memperhatikan perkembangan kota mereka。

印度尼西亚adalah salah satu negara yang tengah mengalami perkembangan pesat。 Di berbagai kota besar seperti Bandung,Jakarta,dan Surabaya,berbagai perubahan baik secara sosial,kebudayaan,maupun perekonomian berlangsung。 Dampaknya双关语secara nyata terlihat,seperti perubahan tata kota hingga cara hidup masyarakatnya。

Direktur南加州大学马歇尔商学院,Richard Drobnick,mengatakan ada sesuatu yang menarik dalam perubahan di Indonesia。

“Karena mereka juga memiliki komitmen penurunan emisi yang luar biasa besar hingga 2020,”kata dia saat memberikan samebutan di diskusi Pacific Cities Sustainability Initiative(PCSI)yang diselenggarakan Asia Society di Jakarta pada Selasa,31 Mei lalu。

Pembangunan kota memang seringkali mengabaikan unsur lingkungan。 Seperti saat revolusi industri bermula pada 1750-1850; yang menimbulkan polusi asap dan limbah。 Akibatnya terasa nyata saat suhu lingkungan terus meningkat hingga hampir 2 derajat Celsius dari sebelum masa praindustri。

Mungkinkah pemerintah bisa membangun negaranya tanpa mengorbankan sisi lingkungan?

Komunikasi publik

Pada diskusi ini,hadir dua kepala daerah yang dianggap berhasil dalam membangun kotanya,tanpa mengesampingkan aspek lingkungan。 Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyampaikan apa saja yang ia lakukan selama memimpin sejak 2013 lalu。

“Saya membuat keputusan berdasarkan pengalaman dulu,”kata dia。 Emil,demikian ia kerap disapa,sebelumnya pernah berpengalaman menjadi asisten dosen,aktivis sosial,hingga arsitek。

Ia memiliki banyak pandangan berbeda sebelum mengambil keputusan,berbekal pengalamannya ini。 Salah satunya adalah tingginya interaksi Emil dengan warga Bandung,entah secara langsung maupun lewat media sosial。 Dengan demikian,ia bisa mengetahui apa yang memang dibutuhkan warganya secara nyata。

Gebrakan Emil adalah memperbanyak ruang publik seperti taman maupun tempat berkumpul。 lainnya。 Ia juga menerapkan aturan green permit ,di mana semua pihak yang ingin membangun gedung baru,harus memiliki 50 persen penghijauan di bagian atap。 “Kalau tidak mau,izinnya tidak saya keluarkan,”kata dia。

Berkurangnya penghijauan akibat pesatnya pembangunan ternyata berdampak pada naiknya suhu Kota Bandung。 Emil hendak mengatasinya dengan meletakkan tumbuh-tumbuhan di atap gedung。

Ia juga menekan angka korupsi dengan menerapkan pengurusan izin online “Jadi ini mempersingkat waktu,juga menekan adanya korupsi lewat pungutan liar,”kata dia。

Taktik Emil ini terbukti cukup berhasil dengan 。

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal menerapkan cara yang sama。 Ia sudah berpengalaman membangun Aceh setelah tsunami pada 2004.“Saya juga fokus memperbanyak ruang publik,”kata dia。

Kota Banda Aceh saat ini sudah memiliki taman kota,juga stok air bersih yang lancar。 Infrastruktur lain seperti jalan raya juga sudah dalam kondisi baik。 Banda Aceh saat ini juga memiliki transportasi seperti Transjakarta。 “Ada juga lahan 7,52 hektar untuk hutan kota,”kata dia。

Emil juga menyampaikan pujian terhadap perkembangan亚齐。 “Sebagai orang luar,saya sangat salut dengan pesatnya pembangunan。 Sudah tak terlihat lagi sisa-sisa tsunami,“kata dia。

Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim Rachmat Witoelar mengatakan,komunikasi adalah salah satu kunci untuk pembangunan inovatif。 “Inilah yang harus dicontoh oleh Jakarta,yaitu komunikasi intensif dengan masyarakat,terutama rakyat kecil,”kata dia。

Mudahkan komunikasi antar pejabat

Selain dengan rakyatnya,Emil juga mengatakan pentingnya permudahan jalinan hubungan antara kepala daerah。 Ia melihat,banyak masalah di satu daerah yang berdampak pada area lain di sekitarnya。

Salah satu contohnya seperti banyaknya mobil pribadi dari Jakarta yang menyerbu Bandung setiap akhir pekan。 “Enak kalau pejabatnya punya media sosial jadi mudah dihubungi。 Kalau tidak? Semua keluhannya sampai ke saya,dan bingung bagaimana menyampaikannya,“kata Emil。

Ia meminta kepada Presiden Joko“Jokowi”Widodo untuk membuat satu forum tersendiri yang berisi perwakilan dari pemerintah daerah di satu area。 Dengan demikian,koordinasi akan lebih mudah hingga masalah bisa teratasi。

“Presiden sangat menyambut ide ini,tetapi belum ada kepastian kapan,”kata Emil。

Kerjasama swasta

Salah satu kunci lainnya adalah meningkatkan kerjasama dengan pihak swasta。 “Tak perlu takut untuk meminta bantuan,”kata Emil。

Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah(APBD)Kota Bandung,sebesar hampir Rp 6 triliun,setengahnya sudah habis untuk gaji pegawai。 Sedangkan,untuk pembangunan,Emil menaksir butuh lebih dari Rp 3 triliun。

“Karena itu,saya bekerjasama dengan pihak swasta supaya pembangunan bisa lancar,”kata dia。

Pengalaman ini juga dirasakan oleh Banda Aceh,yang banyak menerima bantuan dari doning asing。 Illiza mengatakan pihak pendonor memang sangat peduli dengan pembangunan dan pemulihan kembali Banda Aceh。

“Jadi tak perlu takut untuk menggandeng swasta,”kata dia。 Pemerintah harus turun tangan dan membuat kebijakan baru yang bisa meningkatkan kepercayaan jalinan proyek bersama antara pemerintah dan pebisnis。 -Rappler.com