温置
2019-05-22 08:22:10
发布时间2016年5月31日下午6:32
更新时间2016年5月31日下午8:04

Foto oleh panitia。

Foto oleh panitia。

雅加达,印度尼西亚-Sembilan lukisan dari pameran Idola Remaja Nyeni sempat menginap di Kepolisian Sektor Kraton Yogyakarta karena dituding berbau pornografi。

Pameran lukisan Idola Remaja Nyeni yang digelar selama 10 hari,20-30 Mei,ini sejatinya diperuntukkan bagi mereka yang menggemari karya pop-art。

Menurut penulis Sita Sarit,pameran itu membincangkan mengenai偶像,ikon,dan nilai yang sedikit banyak disinggung oleh Sebtian dan Ervance dalam karya mereka yang berwarna pop。

Tokoh-tokoh ikonik yang membincangkan antara lain Kurt Cobain,盖伊福克斯,纳尔逊曼德拉,丹安迪沃霍尔。

Tapi di hari terakhirnya,30 Mei,acara ini tak berjalan mulus,sebab organisasi masyarakat yang bernama Laskar Kalimosodo menanyakan kegiatan tersebut pada Ketua Rukun Tetangga setempat。

Foto oleh panitia。

Foto oleh panitia。

Menurut kronologis yang diterima Rappler dari panitia,Laskar ini mengingatkan Ketua RT Nur Alam agar acara yang berbau女同性恋,同性恋,双性恋,dan Transgender dibatalkan。

Yang dimaksud ormas Kalimosodo adalah acara International Day Against Homophobic and Transphobic (Idahot)yang menurut informasi akan digelar di gedung yang sama,yang disewa oleh独立艺术空间与管理(IAM),tepatnya di Jalan Nagan Lor No. 25 tersebut,dan People像我们一样Satu Hati(PLUSH)。

Padahal acara Idahot rencananya digelar di tempat lain。

Kemudian pukul 23:20 tengah malam,pemilik gedung menelepon pengontrak baru bernama Afil Wijaya untuk segera datang ke Polsek Kraton。 Afil diberitahu bahwa ia akan ditanya soal acara Idahot tersebut。

Afil mengatakan ia tak tahu menahu soal acara tersebut。 Ia hanya pengontrak baru。 Pengontrak lama adalah Devi Triasari dari IAM。

Di saat yang sama,polisi menelepon Ketua RT dan menanyakan acara Idahot tersebut。

Foto oleh panitia。

Foto oleh panitia。

Pukul 23:30,gedung pertunjukan kedatangan tamu,yakni warga berseragam论坛Umat Islam yang menanyakan tentang identitas pengontrak。

Setelah itu salah satu anggota ormas Kalimosodo kembali menanyakan tentang acara Idahot yang diselenggarakan pada Selasa,31 Mei。 Afil kembali mengatakan ia tak tahu menahu soal acara itu。

Akhirnya ormas menanyakan tentang gambar壁画di halaman depan pameran lukisan tersebut。 Mereka menganggap lukisan-lukisan yang dipamerkan bermuatan pornografi。 Termasuk gambar壁画di dinding。

Pihak pemilik rumah,polisi,dan ormas pun meminta gambar壁画itu dihapus malam itu juga。

Pukul 02:00 dini hari,31 Mei,pihak ormas kembali ke gedung untuk mengecek karya-karya lukisan yang ada,apakah berbau pornografi atau tidak。

Foto oleh panitia。

Foto oleh panitia。

Pengecekan ini kemudian melibatkan satuan Polresta Yogyakarta。 Sesaat kemudian,dua truk yang berisi personel polisi datang untuk membantu pengecekan。

Akhirnya sembilan lukisan yang dianggap berbau pornografi tersebut dibawa dan diamankan ke Polsek Kraton。 Alasannya,agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan。

Pukul 03:00,po​​lisi membawa karya tersebut ke Polsek Kraton。 Sesampainya di sana,panitia pun melakukan negosiasi。 Dua seniman,Ervance Dwiputra dan Bayu Widodo terlibat negosiasi。 Mereka meminta surat keterangan dari polisi。 Sayangnya permintaan mereka ditolak。

Pukul 03:00 pengacara publik dari Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta pun mulai berdatangan ke kantor polisi。 Negosiasi双关语kembali terjadi。

Setelah disita semalam,lukisan itu dikembalikan pukul 11​​:00 siang ini。

Foto oleh panitia。

Foto oleh panitia。

Terkait penyitaan ini,Hamzal Wahyudi dari LBH Jakarta mengatakan bahwa tindakan aparat bisa dikategorikan ilegal。

LBH akan menyiapkan langkah hukum setelah insiden ini。 “Ada beberapa langkah hukum yang bisa ditempuh,salah satunya melaporkan Kepolisian ke Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Republik Indonesia(Propam RI)terkait dengan dugaan pelanggaran kode etik,”katanya pada Rappler。

Jika terbukti melanggar,pejabat kepolisian yang terkait bisa dikenai saksi penurunan jabatan,mutasi,hingga pemecatan。 -Rappler.com